2 Zakat Yang wajib Ditunaikan | Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki peran penting dalam menjaga keadilan sosial dan membantu mereka yang membutuhkan. Umat muslim wajib mengeluarkan zakat kepada yang membutuhkan sesuai dengan syariat Islam, dengan harapan memperoleh keberkahan dan kebaikan. Secara umum, zakat terbagi ke dalam dua kategori, yaitu zakat maal (zakat harta) dan zakat fitrah. Kedua kategori zakat ini hukumnya sama-sama wajib untuk dilakukan oleh umat muslim.

  1. Zakat Fitrah

Setiap muslim yang mampu wajib mengeluarkan zakat fitrah pada bulan Ramadan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Zakat fitrah memiliki tujuan utama untuk membersihkan jiwa dari dosa dan kejelekan serta untuk membantu kaum fakir miskin menikmati hari raya dengan layak. Umumnya, besaran zakat fitrah ditetapkan berdasarkan jenis makanan pokok yang umum dikonsumsi di masyarakat setempat, seperti beras, gandum, atau kurma. Satuan zakat fitrah biasanya adalah volume dari makanan pokok tersebut, misalnya satu sha’ atau sekitar 2,5 kg beras. Lembaga amil zakat atau organisasi keagamaan yang memiliki kewenangan dalam hal ini melakukan proses pengumpulan dan distribusi zakat fitrah. Zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum hari raya Idul Fitri agar dapat membantu mereka yang membutuhkan dalam menyambut hari kemenangan tersebut.

  1. Zakat Maal

Seseorang mengeluarkan zakat maal dari harta kekayaannya yang telah mencapai nisab (batas minimum) dan dimiliki selama satu tahun hijriyah. Harta yang terkena zakat maal meliputi uang tunai, emas, perak, investasi, serta harta dagang atau pertanian. Besaran zakat maal umumnya adalah 2,5% dari total nilai harta setelah dikurangi kebutuhan pokok dan hutang yang harus dibayar. Zakat maal memiliki tujuan untuk menyeimbangkan distribusi kekayaan di masyarakat, membantu mereka yang kurang mampu, serta membersihkan harta dari sifat keserakahan dan kekikiran.

Individu yang membayar zakat biasanya melaksanakannya secara mandiri, meskipun mereka juga dapat mengalokasikan zakat mereka melalui lembaga amil zakat yang terpercaya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

خُذْ مِنْ اَمْوَا لِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَا للّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 103).

Demikianlah perbedaan yang terdapat pada dua kategori zakat yang memiliki hukum yang sama-sama wajib untuk umat muslim. Zakat merupakan ibadah yang mengandung unsur sosial, ekonomi, dan spiritual. Selain itu, zakat juga salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala dan keberkahan dari-Nya. Dengan melaksanakan kewajiban zakat fitrah dan zakat maal, umat Islam memberikan kesempatan untuk berbagi rezeki dengan sesama, menjaga solidaritas sosial, dan memperoleh berkah serta keberkahan dalam kehidupan mereka. Semoga pelaksanaan zakat ini dapat membawa manfaat yang besar bagi umat Islam dan masyarakat secara keseluruhan.

#agama #zakatmaal #zakat #zakatfitrah #infaq #artikel #shodakoh #bulanramadhan #mufakatalbannaindonesia #kalibaru #cilincing #novmi #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *