Ciri-Ciri Istri Durhaka Kepada Suami

Dalam ajaran agama Islam, suami memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan istri. Oleh sebab itu, seorang istri yang shalihah harus berbakti pada suaminya dan memenuhi kewajibannya dengan ikhlas dan melakukan hal tersebut semata-mata karena Allah SWT. Pernikahan akan berjalan dengan baik jika pasangan suami istri memahami kewajibannya yang menjadi hak pasangannya, kemudian melaksanakan kewajiban itu dengan baik. Suami berkewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya dengan baik dan menjaga mereka dari siksa api neraka. Sedangkan istri berkewajiban mentaati suaminya dalam perkara yang ma’ruf sesuai dengan kemampuannya. Rumah tangga yang harmonis tentu akan mendapat keberkahan dari Allah SWT. Namun, terkadang ada kalanya salah satu pihak berperilaku yang mengarah pada kedurhakaan, seperti sifat istri kepada suami. Jika istri melakukan kewajibannya kepada suami dengan sebaik-baiknya, setelah mentaati Allah, maka istri akan meraih surga.

Kedudukan suami yang menjadi pemimpin istri tentu memberikan peran sebagai penentu kebijakan untuk menjaga keharmonisan rumah tangganya. Seorang istri harus memahami bahwasanya kepatuhan terhadap suami adalah kewajiban dalam Islam. Suami harus melakukan pekerjaan yang baik untuk bertanggung jawab atas istri dan keluarganya. Termasuk dengan membimbing keluarganya pada kebaikan dan membawa kebahagiaan untuk istri dan anaknya. Membentak atau memarahi suami termasuk ke dalam jenis dosa besar dalam Islam sebab suami adalah orang yang harus dipatuhi dan dihormati. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW juga mengatakan jika sangat tinggi kedudukan suami untuk istrinya. Rasulullah SAW bersabda: “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi).

Akan tetapi, rupanya tidak banyak memiliki bekal keilmuan ini ketika membangun bahtera rumah tangga. Maka akibatnya, keadaan rumah tangga pun bisa terlibat banyak masalah karena kesalahpahaman dan lain sebagainya. Ada beberapa ciri-ciri istri durhaka kepada suami menurut Islam. Terutama, suami harus segera mengambil tindakan apabila terlihat tanda istri durhaka. Karena terkadang, istri melakukan hal tersebut secara tidak sengaja. Sebagai suami, kamu harus mengenali ciri-ciri ini dan segera membicarakannya dengan istri agar bahtera rumah tangga tetap harmonis dan diberkahi oleh Allah SWT.

  1. Tidak Taat pada Suami
  2. Mengingkari Kebaikan Suami
  3. Tidak Suka pada Keluarga Suami
  4. Mengungkit-ungkit Kebaikan yang Dilakukan
  5. Cemburu yang Berlebihan
  6. Tidak Bisa Menjaga Perasaan Suami
  7. Kurang Menjaga Penampilan
  8. Menceritakan keburukan suami atau keluarga
  9. Berkhianat
  10. Terlalu memaksakan kehendak

Durhaka kepada suami merupakan salah satu perbuatan tercela yang sangat dibenci Allah dan Rosul-Nya. Sebagaimana sabda Rasulluah di dalam hadis.”Tidaklah istri menyakiti suami di dunia, kecuali ia bicara pada suami dengan mata yang berbinar. Janganlah sakiti dia (suami) agar Allah tidak memusuhimu. Jika suamimu terluka, maka ia akan segera memisahkanmu kepada kami (Allah dan Rosul). (HR. Tirmidzi). Hendaknya seorang istri menjaga amanah dari suaminya di rumah, baik itu berupa harta sang suami, rahasia dan lainnya. Seorang istri juga lebih baik bersungguh-sungguh dalam mengurus urusan rumah tangga. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. “Dan perempuan adalah penanggung jawab di rumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rumah tangga yang tidak berkomunikasi, terutama jika diwarnai oleh amarah akibat pertengkaran, pastinya tidak akan mendapatkan keberkahan. Dalam ajaran agama Islam, istri dianggap bahwa suaminya merupakan surga atau neraka baginya, dengan keridhoan suami dianggap sebagai keridhoan Allah. Sebaliknya, istri yang tidak mendapatkan keridhoan suami karena ketidaktaatan atau melakukan dosa dianggap sebagai perempuan yang durhaka dan ingkar nikmat. Kesimpulannya, nasib seorang perempuan dalam kehidupan akhirat tergantung pada perilaku dan hubungannya dengan suaminya, karena keridhoan suami dianggap sebagai keridhoan Allah. Penting untuk diingat bahwa ciri-ciri ini tidak hanya berlaku bagi istri, tetapi juga berlaku bagi suami terhadap istrinya. Semoga Allah SWT memberkahi hubungan rumah tangga Anda dan keluarga anda.

#artikel #rumahtangga #istri #suamiistri #sikapistri #motivasi #novmi #kalibaru #ridhosuami #islam #suami mufakatalbannaindonesia #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *