Keutamaan Menikah Di Bulan Syawal

Menikah Melangsungkan pernikahan di bulan Syawal, yang dianggap istimewa oleh banyak umat Islam, dapat dianggap memiliki beberapa keutamaan karena pernikahan adalah salah satu langkah penting dalam agama Islam.. Meskipun tidak ada rujukan langsung dalam Al-Qur’an atau Hadis yang secara khusus menyebutkan keutamaan menikah di bulan Syawal, namun ada beberapa faktor yang membuat bulan Syawal memiliki makna khusus bagi umat Islam.

  1. Bulan Syawal adalah bulan setelah Ramadan : Ramadan adalah bulan suci di mana umat Islam berpuasa. Setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan, menikah di bulan Syawal bisa menjadi simbol kesempurnaan dan permulaan baru bagi pasangan yang ingin memulai kehidupan bersama setelah menyelesaikan ibadah puasa yang penuh keberkahan.
  2. Hari Raya Idul Fitri : Bulan Syawal adalah bulan di mana umat Islam merayakan Idul Fitri, yang merupakan hari raya besar Islam setelah selesai berpuasa Ramadan. Menikah di bulan Syawal dapat memberikan kesempatan bagi pasangan untuk merayakan pernikahan mereka bersama-sama dengan keluarga dan kerabat mereka dalam suasana sukacita dan kebersamaan selama Hari Raya Idul Fitri.
  3. Tradisi dan Budaya : Beberapa masyarakat Muslim menganggap bahwa menikah di bulan Syawal memiliki makna khusus secara budaya atau tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Jadi ketika muslim menikah pada bulan ini, maka mereka akan mendapatkan pahala ganda yakni pahala menikah dan pahala mengikuti sunnah Naib SAW. ‘Aisyah radliyallahu ‘anha mengatakan: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menikahinya di bulan Syawal, dan mulai mencampurinya juga di bulan Syawal. Maka, istri beliau manakah yang kiranya lebih mendapat perhatian besar daripada aku? Salah seorang perawi berkata, Dan Aisyah merasa senang jika para wanita menikah di bulan Syawal. (HR Muslim dan at-Tirmidzi).

Dalam Islam, yang terpenting adalah niat baik dan kesungguhan dalam menjalani pernikahan, bukan hanya soal waktu pernikahan itu dilangsungkan. Meskipun menikah di bulan Syawal dapat dianggap memiliki keutamaan khusus, yang terpenting adalah pasangan memiliki niat dan tujuan yang baik. Kualitas pernikahan lebih penting daripada waktu pernikahan itu sendiri. Yang terbaik adalah melakukan pernikahan dengan memperhatikan kebersamaan, komitmen, dan kerelaan untuk saling mendukung antara suami dan istri, tidak hanya pada bulan Syawal, tetapi dalam setiap waktu dan keadaan.

#pernikahan #bulansyawal #sunah #motivasi #artikel #suamiistri #novmi #kalibaru #cilincing #mufakatalbannaindonesia #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *