Makna dan Hikmah Di Balik Ibadah Qurban

Kata Kurban قربان.berasal dari bahasa Arab “Qariba -Yaqrabu -Qurbanan” yang berarti dekat. Hal ini maksudnya qurban adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara mengerjakan perintah-Nya. Dalam pengertian syariat, qurban dilakukan dengan menyembelih hewan ternak yang memenuhi syarat tertentu pada hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah, semata-mata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Idul Adha, salah satu momen paling bersejarah dalam agama Islam, menjadi waktu di mana umat Muslim merayakan ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail kepada perintah Allah SWT untuk menyembelih hewan qurban. Di balik ritual penyembelihan tersebut, terdapat makna dan hikmah yang dalam, yang tidak hanya menguatkan hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara sesama manusia. Mari kita telusuri lebih dalam tentang makna dan hikmah di balik ibadah qurban.

  • Mengenal Makna Qurban

Ibadah qurban tidak sekadar tentang penyembelihan hewan, tetapi lebih kepada pengorbanan diri dan ketundukan kepada kehendak Allah SWT. Sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail, qurban mengajarkan kita untuk bersedia mengorbankan apa pun yang kita cintai demi taat kepada Allah SWT.

  • Mempererat Hubungan dengan Allah SWT

Dalam ibadah qurban, umat Muslim diperintahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengorbankan sebagian dari rezeki yang telah diberikan-Nya. Dalam pengorbanan ini, terbukalah pintu keintiman dan hubungan yang lebih dalam antara hamba dengan Sang Khalik. Ibadah qurban mengajarkan kita untuk menghargai nikmat-nikmat Allah dan merasa bersyukur atas segala karunia-Nya.

  • Mempererat Hubungan dengan Sesama

Tidak hanya menguatkan hubungan vertikal dengan Allah SWT, ibadah qurban juga mengajarkan nilai-nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama manusia. Dengan membagikan daging qurban kepada fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan, umat Muslim diajarkan untuk mempererat tali persaudaraan dan saling berbagi rezeki dengan sesama.

  • Mengajarkan Kepedulian terhadap Lingkungan

Selain itu, ibadah qurban juga mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Dengan memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan hewan qurban sebelum dan selama proses penyembelihan, umat Muslim diajarkan untuk menjadi pelindung dan pemelihara alam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَ نْعَا مِ ۗ فَاِ لٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ فَلَهٗۤ اَسْلِمُوْا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ 

“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 34)

Secara keseluruhan, ibadah qurban tidak hanya merupakan ketaatan kepada perintah Allah SWT, tetapi juga menjadi manifestasi dari nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan pengorbanan diri.

Qurban mengajarkan umat Muslim untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT, mempererat tali persaudaraan dengan sesama manusia, dan menjaga harmoni dengan alam sekitar.

Demikianlah hikmah yang terkandung dalam ibadah qurban semoga Allah SWT memapukan kita semua untuk menunaikan ibadah qurban yang terbaik, sebagai wujud dari keimanan kita. Dan semoga Allah SWT menerima qurban kita semuanya, Aamiin.🤲

ibadahqurban #berqurban #hikmah #manfaat #novmi #artikel #iduladha #kalibaru #cilincing #jakartautara #mufakatalbannaindonesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *