Dengan Mengejar Akhirat Untuk Meraih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Hakikat dunia adalah negeri yang sementara, bukan negeri keabadian. Jika kita memanfaatkan dunia dan menyibukkannya dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala, maka kita akan memetik hasilnya di akhirat kelak. Adapun jika kita menyibukkannya dengan syahwat, maka kita akan merugi, baik di dunia, apalagi di akhirat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْاٰ خِرَةِ نَزِدْ لَهٗ فِيْ حَرْثِهٖ ۚ وَمَنْ كَا نَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنْ نَّصِيْبٍ

“Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.”

(QS. Asy-Syura 42: Ayat 20)

Tiada yang paling sulit, tetapi begitu mulia dan memberikan faedah yang begitu bermanfaat bagi diri, kecuali berusaha keras mencari akhirat. Namun, Ibadah yang diusahakan sekuat tenaga karena Allah untuk memperoleh kemualiaan di akhirat nanti, maka akan serta merta dapat pula menggapai dunia.

Selama ini kita sebagi orang mukmin selalu ragu, bila mengerjakan amal salih yang bertujuan untuk memperoleh kenikmatan dan kemuliaan dari Allah di akhirat nanti, bahwa kita juga bisa sekaligus menggapai keberuntungan di dunia ini. Karena alasan keraguan itu, maka manusia selalu mengejar kenikmatan dunia dan melupakan tujuan mulia akhiratnya sebagai tempat terakhir manusia. 

Akhirat Tujuan Akhir Kita, Rasulullah menyuruh Umatnya agar mengejar akhirat sebagai tujuan akhir. Dengan mengejar akhirat, maka dunia akan mengikutimu dengan mudah. Setiap urusan dunia akan di permudah oleh Allah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, maka Allah akan cerai beraikan urusannya,  lalu Allah akan jadikan kefakiran selalu menghantuinya, dan rezeki duniawi tak akan datang kepadanya kecuali hanya sesuai yang telah ditakdirkan saja. Sedangkan, barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan ringan kan urusannya, lalu Allah isi hatinya dengan kecukupan, dan rezeki duniawi mendatanginya padahal ia tak minta” (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Hibban).

Banyak kebaikan yang dapat dilakukan untuk amal akhirat itu dan bisa juga meraih keberuntungan di dunia ini, kesemua itu berpijak pada janji Allah SWT. Sebut saja dalam menunaikan salat setelah salat wajib. Bangun pada pertiga malam, untuk bersujud merendahkan diri di hadapan Allah. Tahajjud untuk melengkapi harimu. Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang sibuk dalam mengejar kebaikan akhirat dan juga diberikan keberkahan, kebaikan, dan ridho dari Allah Swt.

www.mufakatalbanna.or.id

#berdoa #bekerjakeras #kerjakeras #doapagi #islamicupdate #remindertomyself #muhasabahdiri #motivasikehidupan #motivasipagi #motivasiislami #nasihatdiri #kalibaru #cilincing #jakartautra #artikel #novmi #meraihduniakhirat #ibadahkepadaallahswt.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *