Jangan Pernah Ragu Dalam Berdoa

Doa juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan, bahkan banyak dalil yang membahas tentang perintah berdoa. Dengan berdoa, artinya kita memohon kepada Allah SWT terhadap apa yang diinginkan. Karenanya, sebagai umat islam kita dianjurkan untuk selalu berdoa, di samping tidak luput juga dari usaha atau ikhtiar.

Dalam hadist, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمُ عَلَى اللهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ

“Tidak ada sesuatu yang paling mulia bagi Allah Ta’ala daripada doa.” (HR. Ahmad, Bukhari dalam Adabul Mufrad, Tirmidzi dan Hakim).

Karena banyak kemuliaan yang bisa didapatkan lewat doa-doa, maka sudah seharusnya bagi umat muslim agar lebih semangat dalam berdoa. Tidak perlu risau akan seperti apa cara Allah akan mengabulkan doa-doanya, karena itu adalah hak prerogatif Allah. 

Kita membutuhkan kekuatan dan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala, kita butuh rahmat-Nya, kita butuh segalanya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Untuk itu semua, tentunya kita butuh berdoa kepada-Nya dalam rangka menyampaikan hajat-hajat kita, dalam keadaan kita yakin Dia Dzat Yang Maha Mengetahui.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ ۙ  فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan dalam tafsirnya, Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan menolak permintaan orang yang berdoa, dan tidak ada sesuatu pun yang menyibukkan Dia dari memperhatikan doa hamba-Nya, bahkan Dia Maha Mendengar doa. Di sini ada penekanan, dorongan dan anjuran untuk berdoa, karena doa itu tidaklah disia-siakan di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 1/284)

Melalui doa kita berkomunikasi kepada Allah, melalui doa kita meminta apa yang kita mau kepada Allah, melalui doa seorang bisa menjadi lebih kuat. Jadi mari melangitkan doa-doa kita, agar segera dikabulkan oleh Allah. Sebenarnya tidak ada kepentingan apapun bagi Allah untuk menunda-nunda pengabulan doa. Tetapi Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kehidupan kita. 

Jika apa yang kita minta akan mendatangkan kebaikan bagi kita Berdoa adalah sarana bagi kita untuk memohon sepenuh hati kepada Allah swt, mengharap kebaikan-Nya, agar Ia mengabulkan sesuatu yang kita kehendaki. Doa juga merupakan tuntunan agama serta alat menjalin komunikasi langsung antara hamba dan Sang Pencipta. 

Ketidakyakinan atau keraguan sama dengan membatalkan doa yang dipanjatkan. Karena bagaimana kita dapat mencapai sesuatu jika sebelum melakukannya ada perasaan ragu (pesimis) pada diri kita sendiri. Yang berarti ketika berdoa tetapi ragu atas pengabulan doa tersebut maka sebenarnya kita tidak sedang berdoa. Dan berdoa secara demikian hanya kesia-sian.

Dalam berdoa, syarat terpenting adalah kesucian hati dan keikhlasan. Karena itu berdoa sebaiknya tak hanya lewat mulut saja, namun hati dan jiwa harus terkonsentrasi hanya kepada Allah swt. Meski tak menuntut syarat dan rukun yang ketat, doa merupakan ibadah yang amat penting, seperti tertuang dalam hadits Nabi Saw, “Doa adalah otak ibadah.” [HR Bukhari dan at-Tirmizi].

#artikel #berdoa #cintakasih #janganragudalamberdoa #mahapengasih #mahapenyayang #talikasih #komunikasi #novmi #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *