Jauhi Sifat Iri dan Dengki

Sifat dengki merupakan salah satu penyakit hati yang sangat tercela. Orang yang memiliki sifat dengki tidak senang ketika melihat teman, kerabat, atau tetangganya mendapatkan kebahagiaan atau kesuksesan. Mereka ingin kenikmatan yang dimiliki orang lain itu berpindah kepada dirinya. Sering kali rasa dengki lahir karena merasa dirinya lebih mulia dibandingkan orang lain. Pesan Nabi SAW sangat jelas. Hindarilah sifat iri dan dengki. Sebab, keduanya dapat menyebabkan gelap mata dan tumpulnya kepekaan nurani. Dalam Alquran, Allah berfirman, yang artinya, “Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.”

Sifat dengki berarti menaruh perasaan marah, benci, atau tidak suka kepada keberuntungan orang lain. Luapan amarah itu dipicu oleh adanya iri dalam hati pelakunya. Maka dari itu, sesungguhnya kedengkian adalah penyakit kalbu. Ada berbagai faktor lain yang menyalakan rasa dengki. Di antaranya adalah hadirnya naluri untuk selalu lebih hebat daripada orang lain. Imam Al-Ghazali menerangkan, iri hati atau hasad adalah perbuatan buruk yang merusak amal baik seorang hamba. Sifat iri hati atau hasad juga mendorong seorang hamba pada perbuatan dosa yang lebih besar.  Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَا لِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗ وَسْئَـلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 32)

Ibnu Qayyim dalam buku Fikih Sosial yang ditulis oleh Abdul Aziz Ibn Fauzan Ibn Shalih berkata bahwa pada dasarnya dengki merupakan bentuk penentangan kepada Allah, karena orang dengki membenci nikmat yang telah diberikan Allah kepada hambanya. Oleh karenanya, iblis menjadi musuh Allah yang paling besar karena dosanya bersumber dari rasa sombong dan dengki. Baik itu mencakup kecerdasan, kemuliaan, nama baik, pangat, jambatan, maupun harta benda yang berlimpah. Berangan-angan akan mendorong seseorang untuk merasa iri dan dengki atas kelebihan orang lain, hal ini berlaku dalam hal warisan.

Seseorang yang sering merasa iri dan dengki akan sering membandingkan diri mereka dengan orang lain. Mereka selalu merasa perlu untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal. Seseorang yang merasa iri dan dengki cenderung bersifat sangat kompetitif dalam segala hal. Mereka selalu ingin mengungguli orang lain, bahkan dalam hal-hal sepele. Mereka akan melakukan segala cara untuk menjadi yang terbaik, bahkan jika itu berarti menjatuhkan orang lain. Mereka juga suka melebih-lebihkan segala hal dalam dirinya. Intinya, mereka tak mau kalah dari orang lain. 

Perasaan dengki merupakan hal buruk dan sangat mudah memasuki diri kita. Sifat dengki atau hasad merupakan salah satu jenis penyakit hati yang harus dihindari. Ada banyak penyebab hasad yang bisa berasal dari lingkungan maupun dari dalam diri sendiri. Kurangnya rasa syukur terhadap apa yang telah dimiliki, adalah salah satunya. Iri dan dengki adalah emosi alami. Namun, ketika seseorang merasakannya secara berlebihan, itu dapat berdampak negatif pada hubungan dan kesejahteraan mereka sendiri. Sangat penting untuk diingat bahwa kebijaksanaan, empati, dan komunikasi yang jujur akan membantu orang mengatasi perasaan iri dan dengki dalam dirinya. Saat perasaan ini diatasi, ini akan membuat mereka merasa lebih damai, bahagia dan bersyukur atas hidupnya. 

Setiap orang memiliki kehidupan masing-masing yang tentunya tak pernah sama antara satu sama yang lain. Berhenti membandingkan hidupmu dengan orang lain agar kamu tak pernah merasa iri, dengki dan cemburu akan kebahagiaan yang dirasakan orang lain. Berhenti membandingkan hidupmu dengan orang, adalah cara termudah memiliki perasaan yang penuh penerimaan dan bahagia. Saat ada orang lain bahagia dengan hidupnya, cobalah untuk ikut bahagia. Ikut bahagia atas kebahagiaan yang dimiliki orang lain, akan menjauhkanmu dari sifat iri, dengki atau sekedar cemburu. Satu-satunya orang yang akan merasakan kerugian atas perasaan iri dengki itu adalah diri kita sendiri. Hal ini karena adanya rasa benci, kesal, dan dengki yang bersarang dalam dada kita, dan itu termasuk musibah. kita perlu senantiasa berlindung kepada Allah dari bahaya sifat iri dengki yang dapat menghancurkan kebaikan-kebaikan yang kita. 

#irihati #dengki #hasad #sifatiridandengki #novmi #dirisendiri #dosabesar #jauhisifatiri #manusia #jalaniapaadanya #artikel #selalubersyukur #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *