Jika Memutuskan untuk Melepas Hijab

Islam sangat menjaga kehormatan, harga diri dan martabat dari para pemeluknya, khususnya wanita. Salah satu caranya untuk menjaga kehormatan tersebut adalah dengan mewajibkan setiap muslimah untuk menutup aurat dan memakai hijab. 

Belakangan ini, publik dihebohkan dengan selebriti yang melepas jilbabnya usai sebelumnya hijrah dengan mengenakan jilbab. Perdebatan pun kembali menghangat apakah memang jilbab sebuah kewajiban  yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam atau hanya budaya bangsa Arab saja. Terlebih, ada salah satu ulama juga mengatakan jikalau Muslimah hanya perlu mengenakan pakaian yang sopan.

Akhirnya muncul fenomena lepas pasang jilbab, atau sebagian dari mereka belum paham batasan aurat, taunya rambut wajib ditutupi.  Namun, mengenakan hijab itu adalah pilihan. Seorang Muslimah bebas untuk memilih ingin mengenakan hijab atau tidak, karena dalam Islam pun tidak ada yang namanya paksaan atau intimidasi. Mengenakan hijab haruslah didorong dengan keinginan penuh dari dalam diri. Sama halnya dengan masuk Islam, tidak boleh ada paksaan dan pemaksaan.

Pada QS An-Nur :31. 

“Katakanlah kepada para wanita yang beriman: Hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya…”  Setelah itu, ayat ini juga melanjutkan pembahasan tentang pengecualian kepada siapa saja para perempuan beriman bisa menampakkan ‘perhiasan’nya seperti suami, ayah, mertua dan sebagainya. 

Memang sih, jika perempuan sudah lama mengenakan hijab, tetapi perlahan mulai tidak mengenakannya, selalu saja ada banyak pihak yang tidak suka dengan keputusan yang telah dipilih. Banyak yang tidak suka, dianggap punya gangguan jiwa, dan mengira kalau kamu punya banyak masalah, Yah, itulah risikonya. Selain dianggap sebagai orang munafik dan tidak mematuhi perintah Allah SWT, dia harus menerima risiko ketidaksukaan orang lain atas keputusan untuk melepas hijab.

Mungkin memang ada banyak alasan kenapa memilih untuk melepaskan hijab. Dalam kondisi terdesak kadang manusia terjebak oleh pikirannya sendiri, seakan-akan prasangkanya itulah yang bakal menjadi kenyataan. Tetapi, tetap saja Allah SWT tidak suka orang yang sudah yakin dan menjalani keyakinan tersebut, malah tidak menjaga keyakinan itu sampai akhir. Tidak ada alasan apa pun untuk melepaskan hijab, sebab Allah SWT adalah segalanya. Rasa takut pada selain Allah membuatnya gelap mata, tawakal  bukan kepada Allah membuatnya  bergantung pada ranting patah yang rapuh, berharap pada selain Allah menjadikannya putus asa. Celakanya, jika ini terjadi pada pemimpin atau orang tua, yang akan menjadi korban adalah rakyat banyak atau anak-anaknya, wal’iyadzu billah.

#patahhati #berhijab #artikel #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara #novmi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *