Kalimat Yang Paling Allah Benci

Sebagai muslim, kita dianjurkan bahkan diperintahkan agar senantiasa menjaga lisan.

Menjaga lisan dari perbuatan ghibah atau mengucapkan cacian, menghina atau kata-kata kotor dan menyakitkan.

Kadang-kadang tanpa sadar, banyak ucapan yang keluar dari mulut kita membuat orang tersinggung, atau bahkan tersakiti. Dan yang lebih mengkhawatirkan, ternyata ada ucapan terlontar dari mulut kita, justru sangat dibenci Allah Subhanahu wa ta’ala.

Kalimat yang dimaksud yaitu merepresentasikan kesombongan dan penolakan terhadap ajakan orang lain berbuat baik, terutama untuk bertaqwa kepada Allah SWT.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kalimat yang paling Allah benci, seseorang menasehati temannya, ‘Bertaqwalah kepada Allah’, namun dia menjawab: ‘Urus saja dirimu sendiri’.”

Kalimat di atas menunjukkan kesombongan seseorang karena tidak mau mendengarkan ajakan orang lain. Bahkan orang lain dianggap tidak boleh mengurusi masalah ketaqwaannya.

Padahal sejatinya, manusia seharusnya saling mengingatkan dalam kebaikan. Oleh karena itu, berhati-hatilah bila ingin berkata sesuatu terutama bila seseorang mengajak kepada kebaikan atau melarang dari melakukan kemungkaran. Terimalah dengan hati yang terbuka atau jawablah dengan jawapan yang lunak seperti ‘ terima kasih kerana telah mengingatkan saya’, ‘ insya Allah saya akan berubah’ atau ucapan-ucapan positif yang lain.

Atau apabila kita menerima nasehat, terimalah segala nasehat meskipun hal itu menyudutkan kita sebagai yang dinasehati. Ketidaksukaan atas sebuah nasehat haruslah ditahan sekuat tenaga agar tidak menunjukkan sikap sombong dan mudahnya berucap ‘ Uruslah dirimu sendiri”, atau ucapan lain yang menyiratkan ketidaksukaan dan justru memperlihatkan kesombongan.

By : Novmi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *