Kendalikan Pikiran untuk Singkirkan Kecemasan dan Kekhawatiran

Semua orang tentu mengalami rasa khawatir dalam hidup. Tapi, apakah kita pernah mencoba untuk mengontrol rasa khawatir dalam diri kita? Kekhawatiran menciptakan tekanan emosional ringan, kecemasan dapat membuat tekanan emosional yang parah. 

Kecemasan itu merupakan keadaan psikologis yang jauh lebih kuat dan karenanya sangat mengganggu. Rasa khawatir hanya muncul sesaat, mudah untuk hilang dan tidak begitu mengganggu. Rasa khawatir menyebabkan tekanan emosional ringan, sedangkan kecemasan memberi tekanan emosional yang cukup parah. Kecemasan adalah kondisi psikologis yang jauh lebih kuat daripada kekhawatiran. Itu sebabnya kecemasan akan sangat mengganggu dan menimbulkan masalah pada pengidapnya.

Khawatir hanya akan menyebabkan diri kita menjadi terbebani dan secara tidak langsung terikat. Kita harus bisa meminimalisasi kegelisahan dan ketakutan. Kita telah mempunyai kesulitan sendiri, tapi dengan dibarengi rasa khawatir, kita justru telah melipatgandakan kesulitan. Rasa khawatir biasanya terkait dengan apa yang terjadi di masa mendatang, melibatkan pikiran negatif tentang hal-hal yang mungkin terjadi, atau tidak terjadi. Satu contohnya adalah kekhawatiran tentang apakah akan mendapatkan pekerjaan seusai wawancara, atau juga berapa lama akan menganggur.

Pikiran-pikiran semacam ini menguras energi dan membuat stres. Ini bisa terjadi pada siapa saja yang sedang stres. Tetapi ketika Anda mencapai titik di mana pikiran dan kekhawatiran tersebut telah membatasi dan mengurung Anda dari menjalani hidup sehari-hari, Anda harus mengambil tindakan.

Reuben Berger, psikoterapis di rumah sakit universitas di kota Bonn, Jerman, merekomendasikan beberapa langkah praktis yang dapat Anda terapkan dalam rutinitas harian ketika merasa khawatir atau dalam kondisi merenung berkepanjangan. Salah satu cara yang efektif, yaitu kata Berger adalah dengan memerintahkan pikiran untuk berhenti. Ide utama dari tindakan ini adalah untuk mengkondisikan diri Anda dalam menghentikan lingkaran kekhawatiran, membuat prediksi-prediksi tentang masa depan, atau perenungan berkepanjangan di mana Anda terobsesi dengan peristiwa masa lalu.

Kecemasan, seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, bisa lebih sulit diobati jika dibiarkan berlarut-larut. Maka itu, tak ada salahnya kita mencari bantuan lebih awal jika sudah merasakan cemas yang berlebihan. Jika dibiarkan berlarut-larut, gangguan cemas bisa memicu komplikasi serius yang akan berpengaruh pada kondisi fisik, misalnya masalah pencernaan atau usus (seperti sindrom iritasi usus besar atau tukak saluran cerna), sakit kepala dan migrain, gangguan tidur, gangguan kesehatan jantung, serta penyakit kronis lain.

Di tengah suasana yang serba tidak pasti, merenung dan khawatir berlebihan dapat membuat perasaan tertekan dan gelisah. Jika dibiarkan begitu saja, cemas dan depresi bisa menghampiri. Segera kendalikan pikiran Anda!

#kendalikanpikiran #berpikirpositif #kecemasan #kekhawatiran #stress #positif #artikel #novmi #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *