Ketika Pasangan Selingkuh

Hingga kini masih menjadi topik asmara yang hangat dibicarakan. Banyak orang yang beranggapan bahwa cinta saja cukup untuk mempertahankan hubungan rumah tangga dari perselingkuhan. Nyatanya, tidak demikian. Selingkuh adalah kesalahan yang paling fatal dalam sebuah hubungan. Memiliki dan menyikapi pasangan yang bertindak curang juga cukup menantang dan menguras emosi.

Selingkuh merupakan pilihan yang dilakukan secara sadar. Hal ini menunjukan kalau pelaku selingkuh tentu punya motif atau alasan tertentu. Menurut penelitian psikologi Extramarital Sex: A Review of Research Literature, sebagian besar penyebab selingkuh karena merasa tidak puas dan tidak memenuhi ekspektasinya dalam beberapa aspek pada hubungan tersebut. Hal ini mendorong untuk mencari kepuasan di luar pasangan utama, baik itu kepuasan fisik maupun batin.

Dalam sebuah penelitian, disebutkan perselingkuhan adalah kegiatan seksual atau emosional dalam bentuk ketidaksetiaan yang dilakukan oleh suami atau istri yang menjalani hubungan intim dengan orang lain dan menentang komitmen atau kepercayaan antara keduanya. Jadi, bisa disebut juga selingkuh adalah kegiatan apa saja yang bisa membuat patah hati atau kepercayaan antara pasangan. Selingkuh juga bisa dilakukan siapa saja. Nggak cuman public figure tapi juga pelakunya bisa saja orang yang ada di sekitar kita. Ironisnya, meski selingkuh banyak dicap sebagai perbuatan yang salah tapi masih banyak yang melakukannya.

Dikhianati memang situasi yang menyebalkan. Perasaan kecewa, marah dan muak yang menyertainya tidak akan pernah hilang dan sulit dilupakan. Bahkan, kondisi tersebut bisa menjadi trauma saat menjalin hubungan yang baru. Seseorang yang selingkuh tidak hanya disebabkan oleh adanya dorongan untuk memenuhi nafsu seksualnya. Ada beberapa penyebab perselingkuhan yang umumnya ditemui, termasuk kurangnya kepuasan yang didapatkan, mengalami konflik, hingga memiliki komunikasi yang tidak baik dengan pasangan. Meskipun terdapat alasan yang berbeda, selingkuh bisa memberikan dampak buruk terhadap kualitas hubungan dengan pasangan, termasuk memicu gangguan mental dan fisik.

Bagaimanapun alasannya, selingkuh bukanlah solusi yang bisa dibenarkan begitu saja. Baik itu dilakukan oleh perempuan atau laki-laki. Hal ini juga menunjukan lemahnya komitmen yang dimiliki oleh seseorang terhadap sebuah hubungan dan pasangannya. dengan adanya perselingkuhan bisa memicu terjadinya kasus-kasus kekerasan juga di rumah tangga. Memutuskan buat berpisah memang nggak selalu jadi solusi terbaik dari kasus ini.

Suami atau istri yang berselingkuh artinya ia sudah berbuat khianat kepada pasangannya. Sebab, seseorang  yang berkhianat artinya ia sudah merusak perjanjian atau komitmen itu secara sembunyi-sembunyi. Khianat adalah dosa besar yang dilarang oleh Allah, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya berikut ini,

وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ

“Allah tidak akan memberi hidayah terhadap tipu daya orang-orang yang berkhianat.” (QS. Yusuf: 52)

Selingkuh itu pilihan yang dilakukan secara sadar. Jadi, meskipun kamu sempurna, tetap nggak akan bisa menghentikan dia yang memang memilih nggak setia. Ingat, kamu selalu lebih dari cukup di mata orang yang tepat.

#artikel #rumahtangga #selingkuh #komitmen #setia #bahteracinta #novmi #ingatallah #komunikasi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *