Kita Terluka Karena Ekspektasi Kita Sendiri

Ekspektasi adalah keyakinan pribadi tentang kejadian yang mungkin terjadi di masa depan. Ekspektasi akan mengarahkan bagaimana kita mengartikan sebuah peristiwa. Kita akan lebih memperhatikan sesuatu yang sesuai dengan ekspektasi yang kita punya. Jika kita tidak bisa mengatur ekspektasi dengan baik, ekspektasi itu akan membawa kita pada jebakan kehidupan. Maka dari itu, setiap manusia harus belajar untuk mengatur ekspektasinya, sehingga ekspektasi tidak akan mengatur kita. 

Bukan hidup di dunia namanya kalau tidak ada rasa kecewa, bukan bernapas di bumi namanya kalau tidak pernah terluka. Apa yang terjadi pada diri kita lebih dari sekadar untuk memberi pengalaman. Di atas itu semua ada banyak hikmah dan pelajaran. Berhenti menjadi pendikte takdir. Kau bisa berencana tapi putusan tetap ada di hakim yang Maha Kuasa. Seringkali kita hanya dipermainkan dengan perasaan dan untaian mimpi sendiri, lalu jatuh pun karena ekspektasi terlalu tinggi. 

Ada pepatah yang mengatakan realita tak semanis ekspektasi. Hal itu bisa menjadi secercah masukan bahwa tidak semua yang kamu harapkan sesuai kenyataan yang ada. Memang tidak salah berangan-angan dan berkhayal demi ketenangan hati. Namun, jangan sampai angan-angan itu terlalu tinggi. Pasalnya, ketika tak sesuai ekspetasi akan menimbulkan kekecewaan yang teramat dalam.

Setiap diri kita memiliki perasaan, dan dari perasaan itu muncullah rasa harap. Kita ingin mendapatkan kebahagiaan, ketulusan, dan cinta dari orang yang bisa kita percaya. Perasaan kita terikat dan menguat dalam ribuan harapan. Namun, apabila seluruh harapan tersebut tidak terwujud, maka yang paling berhak disalahkan adalah diri kita sendiri, karena kita menyandarkan harapan kita kepada manusia. Ekspektasi adalah akar dari seluruh sakit kepala, bukan kenyataan yang pahit, tapi ekspektasi kita saja yang terlalu manis

Ingat kalimat “Jangan mencintai berlebihan dan jangan membenci berlebihan” ini? Kenapa? Karena segalanya bisa berubah, berbalik bahkan berganti. Segiat apapun kita mempersiapkan masa depan, selalu ada kerikil dan batu tajam yang datang menguji, selalu tumbuh rumput liar yang menghalangi. Tatalah hati serapi mungkin, bangun mental sekuat mungkin karena situasi tidak akan benar-benar menyakiti jika kita mampu mengatur kendali hati.

Ekspektasi yang berlebihan bisa membawa konsekuensi negatif dalam hubungan kita. Ketika orang yang kita cintai tidak memenuhi harapan kita, kita bisa merasa kecewa dan terluka. Mereka mungkin tidak bisa memenuhi ekspektasi tersebut karena keterbatasan mereka sebagai manusia biasa. Mereka juga memiliki keunikan dan kelemahan mereka sendiri. Selain mengelola ekspektasi kita terhadap orang yang kita cintai, penting juga untuk menghargai diri sendiri. 

#ekspektasi #berharaptinggi #dirisendiri #selamatpagi #motivasi #semangatdiri #selaluikhtiar #semangat #selaluberusaha #novmi #artikel #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *