Lebih Baik Kehilangan Sesuatu Karena Allah Daripada Kehilangan Allah Karena Sesuatu

Kehilangan adalah takdir yang sudah Allah SWT siapkan untuk para manusia. Tujuan dari adanya kehilangan bukan karena Allah SWT ingin melihat kita sengsara dan kecewa, tetapi Allah SWT ingin mengetahui sebesar apa cinta seorang hamba kepada penciptaNya. 

Ketika kita menginginkan sesuatu, kita berdoa kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh sehingga tercipta kedekatan antara kita dengan Allah SWT. 

Tetapi setelah Allah SWT memberikan apa yang kita inginkan, ternyata kita dengan mudah meninggalkanNya. Seakan-akan kita melupakan bahwa semua pemberian Allah SWT hanyalah sebuah titipan dan seharusnya tidak bisa membiarkan kita menjauh dari Allah SWT.

Sebesar apa pun perasaanmu terhadap seseorang, pada akhirnya kamu hanya akan tunduk kepada takdir yang Allah tetapkan. Berdamailah selalu dengan hatimu, jika kamu pernah melakukan kesalahan di masa lalu maka jangan jadikan ia sebagai penghambat untukmu memperbaiki masa depanmu.

Kehilangan merupakan proses untuk mendapatkan. Pada proses ini, kita diberikan pelajaran tentang bagaimana kita bisa selalu bersyukur, bersabar, dan selalu mengingat Allah SWT. Bukan malah sebaliknya, kita tamak dan melupakan bahwa Allah SWT yang telah memberi kenikmatan itu. Semakin besar cinta, maka semakin berat pula ujian cinta itu. Setelah ujian (kehilangan) berakhir, maka akan terbukti sebesar apa cinta kita dan seteguh apa iman kita kepada Allah SWT.

Ibnu Katsir rahimahu al-lāhu menjelaskan bahwa sesuatu yang disukai seseorang yang bisa jadi buruk baginya itu bersifat umum dalam setiap perkara. Bisa jadi seseorang menyukai sesuatu namun ternyata tidak ada kebaikan dan kemaslahatannya. Allah Ta’alā lebih mengetahui akhir setiap urusan hamba. Allah Ta’alā lah yang mengabarkan mana yang mashlahat untuk dunia dan akhirat seseorang.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1: 248)

Belajarlah untuk mengerti bahwa sesuatu yang baik untukmu tidak akan Allah izinkan pergi kecuali akan diganti dengan yang lebih baik lagi. Bersandarlah pada baiknya pilihan Allah karna hanya Dia yang tau mana yang terbaik untuk setiap hambanya.

“Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diberi ganti yang lebih baik dari itu”, ganti yang diberikan di sini beraneka ragam. Akan tetapi ganti yang lebih besar yang diberi adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah Ta’ala.” (Al Fawaid, hal. 166)

Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai diharapkan, terkadang seorang manusia harus melewati jalan terjal setelah beberapa waktu menikmati jalan yang landai. Hari-harinya pun penuh warna, terkadang gembira namun sewaktu-waktu ia dihampiri rasa sedih, duka dan nestapa, inilah tabiat kehidupan. Allah memberikan yang terbaik bagimu.

#artikel #allahmahabaik #allahtahuyangterbaik #istiqomah #berdoa #bertakawal #kehilangan #digantiyanglebihbaik #mabifoundation #novmi #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *