Lelahnya Mengajak Pada Kebaikan

Mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan memiliki keutamaan besar. Bahkan dalam hadis Rasulullah SAW dijelaskan, “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, baginya pahala seperti pahala yang orang yang mengerjakan kebajikan tersebut.” (HR Muslim No 1893). Orang yang hidup pasti pernah merasakan kelelahan. Hal ini adalah fitrah manu­sia akibat dari tanggung jawab dan pekerjaan yang dilakukannya. Namun, kelelahan itu tak selamanya adalah sebuah penderitaan. Ada lelah yang berharga, lelah yang bernilai ibadah, dan lelah yang disukai oleh Allah SWT. Salah satunya adalah lelahnya mengajak kebaikan.

Kebaikan tidak hanya bermanfaat bagi pelaku. Tetapi juga orang yang mengajak. Keduanya mendapatkan pahala yang sama. Sepadan dan setimpal. Sebaliknya, tidak jauh berbeda, dampak buruk kejelekan. Tidak hanya menimpa kepada orang yang melakukan semata. Namun juga orang yang mengajak. 

Lelah saat berbuat kebaikan itu manusiawi. Siapapun terkadang merasakannya. Bahkan beberapa diantaranya ada yang menangis karena lelah yang amat sangat. Kebaikan memang terkadang membuat lelah sementara perbuatan buruk terkadang menyenangkan. Tetaplah pilih yang membuat lelah karena dampaknya kekal dan berdampak panjang.

Rasulullah SAW bersabda: 

“Barangsiapa yang memulai mengerjakan perbuatan baik dalam Islam (sehingga menjadi kebiasaan ummat), maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang memulai kebiasaan buruk (sehingga menjadi kebiasaan ummat), maka dia akan mendapatkan dosanya, dan dosa orang yang mengikutinya dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR Bukhari Muslim dari Jarir ra)

Kebaikan yang dilakukan secara ikhlas akan mendapatkan kebaikan tidak hanya didunia tetapi juga di akhirat. Tetapi tidak hanya sekedar dari amalan baik yang telah dilakukan akan dapat menghantarkan kepada syurga dan ridho Allah. 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَاۤ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَا لِحًا وَّقَا لَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”

(QS. Fussilat 41: Ayat 33)

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah swt. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.

Rasulullah saw bersabda: 

“Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.”

Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya: 

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

“Kebaikan yang kamu lakukan juga merupakan wujud kasih sayangmu terhadap orang di sekitarmu, terutama bagi keluarga, kerabat, teman, dan sahabat. Ada banyak hal yang dapat kamu jadikan sebagai dorongan agar selalu berbuat kebaikan terhadap sesama. 

#artikel #berbuatbaikkepadasesama #darikamuuntuksesama #janganlelahuntukkebaikan #silahturahmi #ajakankebaikan #lelahyangdisukaiallah #novmi #kalibaru #cilincing #jakartautara #dakwah #mabifoundation #indonesiaberamal

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *