Susahnya Terhindar Dari Zina Mata

Zina mata adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan memandang atau melihat secara tidak pantas terhadap lawan jenis yang bukan mahramnya. Tindakan ini dapat menyebabkan kerusakan moral dan merusak keseimbangan sosial masyarakat. Dalam Islam, zina mata dianggap sebagai dosa besar yang harus dihindari karena dapat merusak akhlak dan membawa akibat buruk dalam kehidupan.

Mata adalah pintu dari segala perbuatan maksiat dan mata memiliki kemampuan untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu melalui pandangannya. Mata menjadi pendorong untuk memunculkan syahwat.

Sebab, berawal dari pandangan mata, akan timbul perasaan yang akan memengaruhi pikiran sehingga memunculkan keinginan syahwat. Jika pandangan mata tidak dikendalikan oleh iman, maka perbuatan tidak baik akan bisa terjadi sampai terakumulasi menjadi penyakit. 

Dalam menghindari zina mata, kita perlu menjaga pandangan kita, menghindari melihat hal-hal yang dapat memicu timbulnya nafsu birahi, dan membatasi waktu kita dalam menggunakan media sosial dan hiburan yang dapat membahayakan diri kita. Selain itu, kita juga harus berusaha untuk memperkuat iman dan taqwa kita, serta selalu berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan perlindungan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan. 

Dalam Hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Pandangan yang paling berbahaya adalah pandangan yang pertama, karena pandangan kedua dapat dihindari.” (HR. Bukhari-Muslim)

Zina mata dianggap sebagai dosa yang sangat besar, karena melanggar hak privasi dan kehormatan orang lain, serta dapat memicu timbulnya nafsu birahi yang tidak terkendali. Oleh karena itu, dalam Islam, zina mata dihukumi dengan hukuman yang berat.

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah SWT melarang semua hamba-Nya melakukan, mendekati, dan melakukan segala hal yang menjadi penyebab dan faktor pendorong terjadinya zina.

Oleh karena itu, umat Muslim harus menjaga pandangan dari hal-hal yang dapat memicu perzinaan. Menjaga pandangan yang dimaksud adalah pandangan kepada lawan jenis.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَا رِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا يَصْنَـعُوْنَ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

(QS. An-Nur 24: Ayat 30)

Menahan pandanganmu agar tidak terdapat Zina Mata itu lebih ringan dari pada harus menahan rasa sakit karena(siksaan) setelahnya nanti. Syariah Islam telah mengatur hukum pandang terhadap lawan jenis yang bukan mahram. Dalam Islam, dosa yang ditanggung oleh pelaku zina mata adalah sangat besar, namun Allah SWT senantiasa memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk bertaubat dan memperbaiki diri. Oleh karena itu, jika kita pernah melakukan zina mata, kita harus segera bertaubat dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Taubat yang benar adalah dengan merasa menyesal, mengakui kesalahan, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, dan berusaha memperbaiki diri.

#zinamata #artikel #novmi #menjagapandangan #beribadah #tobat #jagadiri #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *