Memaknai Rezeki

Allah SWT menjamin bahwa setiap mahluk yang bernyawa akan mendapatkan rezeki. Rezeki dalam konteks luas, tidak semata-mata materi. Rezeki atau nikmat berupa kesehatan, karir, jabatan, hingga memiliki keluarga yang sakinah, istri dan anak-anak yang saleh dan salehah.

Sayangnya, meski sudah mengetahui hal ini, tak jarang manusia itu masih merasa gelisah dan khawatir akan rezekinya. Tidak sedikit di antara mereka yang berlomba-lomba dalam mencari rezeki, bahkan sampai menghalalkan sesuatu yang diharamkan untuk menggapainya.

Manusia dan makhluk Allah SWT lainnya tak perlu khawatir tidak kebagian rezeki. Dalam sebuah hadits disebutkan.

“Rezeki senantiasa mencari manusia, sebagaimana ajal (kematian) yang juga senantiasa mencarinya.” (HR. Ibnu Abi Ashim (264), As-Sunnah dan Ibnu Hibban (3238)

Cara Mendatangkan Rezeki :

  1. Bertaqwa
  2. Bertawakal
  3. Bersyukur

Setiap orang memiliki takaran rezeki yang berbeda-beda, namun Allah telah menjamin rezeki bagi setiap makhluk di muka bumi ini. Rezeki sudah diatur oleh Allah SWT dengan kadar yang berbeda, tapi kerja keras juga diperlukan untuk membuka pintu rezeki di barengi dengan amalan-amalannya.

Sebagian orang mendapatkan rezeki melimpah dalam hidupnya, tapi tidak jarang pula rezeki tersebut akan kembali ke Allah SWT.

Pada dasarnya, semua itu hanyalah titipan dari Allah dan kita diharuskan untuk mengusahakan rezeki dengan ikhtiar dan tawakal.

Jadi, jika seseorang berhasil mendapatkan rezeki berlimpah, jangan bersikap sombong dan terlalu membanggakan diri. Pada hakikatnya, seluruh rezeki yang dimiliki seseorang adalah pemberian dari Allah SWT. Dan mereka yang mendapatkan rezeki harus selalu bersyukur dan tidak mengingkari nikmat-Nya.

By : Novmi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *