Namimah / Mengadu Domba Sesama Muslim

Lidah memang tak bertulang. Perumpaan ini dimaksudkan untuk mengingatkan manusia agar menjaga ucapannya. Misalnya namimah (النمیمه), yaitu menyebutkan perkataan seseorang kepada orang lain dengan maksud untuk merusak hubungan di antara keduanya.

Namimah dalam bahasa Indonesia biasa disebut adu domba, bergosip, ujaran kebencian, dan menyebar fitnah. Yakni menyebarluaskan berita atau informasi yang tidak benar. Tujuannya agar satu orang dengan orang yang lain tidak saling menyukai dan terjadilah konflik atau permusuhan. Adu domba tidak hanya sebatas ucapan saja, melainkan juga berupa tulisan dan isyarat. Setiap muslim disarankan untuk menjauhi sikap namimah ini karena dapat membahayakan bagi umat muslim. 

Dijelaskan pengertian namimah di dalam hadis riwayat Muslim berikut:

“Dari Abdullah bin Mas’ud, sesungguhnya Muhammad berkata, “ Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu al’adhhu? Itulah namimah, perbuatan menyebarkan berita untuk merusak hubungan di antara sesama manusia.” (H.R. Muslim). 

“Namimah ini adalah termasuk perbuatan dosa besar, kelihatan sepele dalam pengamalannya, tetapi berakibat sangat fatal dan merusak semua sendi kehidupan sosial. Pertama, mulai dari disebarkan benih saling mencurigai di antara sesama, hati jadi kotor dan benci. Kedua, pertaruhan nama baik dan martabat seseorang yang akan hancur dan dirugikan, terlepas benar atau tidak. Ketiga, memicu kegalauan sosial, kekacauan, distabilitas, dan putusnya silaturahim dalam hubungan sosial,” 

Namimah hukumnya haram berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Banyak sekali dalil-dalil yang menerangkan haramnya namimah dari Al-Qur’an, As Sunnah, dan Ijma’. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang artinya, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah” (Q.S. Al-Qalam: 10-11).

Singkatnya, adu domba adalah kegiatan memprovokasi atau menghasut seseorang. Adu domba sangat membahayakan jika terus menerus dilakukan dalam kehidupan sosial. Bahaya yang ditimbulkan di antaranya muncul rasa saling curiga sesama manusia, jatuhnya nama baik dan martabat seseorang, serta timbulnya ketidakharmonisan.

Orang yang bermaksud menghancurkan persahabatan seseorang, dengan menyebutkan perkataan seseorang kepada orang lain dengan cara menghasut, disebut nammam. Dalam banyak kasus, namimah sering disertai dengan mengungkapkan rahasia, fitnah, kemunafikan, hasud, kebohongan dan ghibah. 

Perilaku namimah ini dapat menimbulkan perpecahan dan kerusakan dalam hubungan sesama manusia seperti yang dijelaskan oleh Imam An-Nawawi, “Para ulama menjelaskan namimah adalah menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara mereka”. 

Rosulullah صلى ا لله عليه وسلم menyebutkan bahwa orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk Surga, jika ia tidak masuk Surga maka tidak ada tempat baginya di akhirat kecuali di Neraka.

‎لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ.

“Tidak masuk Surga orang yang suka mengadu domba.” (Muttafaq ‘alaihi).

#artikel #ghibah #munafik #adudomba #palingbener #berbohong #gosip #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara #novmi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *