Orang Yang Dzalim Tidak Beruntung

Secara bahasa zalim berasal dari kata ملظ-ملظي-املظ yang berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata zalim sama dengan lalim yang berarti bengis, tidak menaruh belas kasihan, tidak adil, dan kejam.

Secara istilah zalim adalah suatu perbuatan yang tercela, merugikan orang lain dan merugikan diri pelakunya sendiri. Zalim adalah perbuatan sewenang-wenang, tidak mengikuti norma susila, norma hukum, menurut kemauannya sendiri, tidak mempertimbangkan hak-hak orang lain.

Pelaku kezaliman digelar dengan zhâlimîn atau zhâlimûn di dalam Al-Qur’ân, yaitu orang-orang yang senantiasa melakukan pelanggaran dalam hal melampaui batas hukum Allah ataupun tindak kejahatan yang mengganggu hak serta kehidupan orang lain.

Siapakah yang lebih zalim, sesat dan menyimpang dari kebenaran, daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah, dengan meyakini Tuhan memiliki anak dan teman perempuan atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya seperti yang dilakukan kaum kafir Makkah dan Madinah?
Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mempertuhankan seseorang atau sesuatu selain Allah, mereka tidak akan pernah beruntung dalam kehidupan di akhirat, karena mereka kekal di dalam neraka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰ يٰتِهٖ ۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak beruntung.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 21)

Menjelaskan siapa orang yang paling zalim dan rugi. Yakni mereka yang membuat kebohongan tentang Allah SWT dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat aniaya, yakni berbuat dusta terhadap Allah SWT ataupun mendustakan ayat-ayat-Nya, apalagi mendustakan keduanya, tidak akan memperoleh keberuntungan di hari kiamat. Mereka akan mendapatkan azab dari Allah. Di dunia, mereka pun tidak akan menang, karena mereka dikalahkan kaum Muslimin seperti dalam Perang Badar.

Di antara sifat buruk adalah perbuatan zalim. Terkait perbuatan zalim, Islam melarang keras bahkan mengharamkan umatnya menjadi orang zalim.

Pada dasarnya, zalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, atau di luar koridor kebenaran. Kezaliman adalah perkara berbahaya yang tidak bisa diremehkan.

Islam melarang segala bentuk kezaliman, baik itu kepada diri sendiri, sesama manusia, bahkan kepada hewan dan tumbuhan. Kezaliman paling besar adalah ketika manusia disejajarkan dengan Sang Khalik.

Semoga kita sebagai manusia dan sebagai muslim selalu berusaha dan waspada serta selalu menjauhi segala bentuk kezaliman. Zalim kepada Allah SWT, zalim kepada sesama manusia, dan zalim kepada diri sendiri hanya akan merugikan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Mari kita senantiasa saling mengingatkan dan berdoa agar kita dibersihkan dari segala bentuk kezaliman.

By : Novmi

#mabifoundation #yayasanmufakatindonesia

#jauhibentukkedzaliman #cilincing #kalibaru #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *