Ma Fii Qalbi Ghairullah

Pernahkah mendengar seseorang mengucapkan ma fii qalbi ghairullah? Beberapa orang mengucapkan kalimat berbahasa arab ini untuk meneguhkan hati dan iman.

Tetapi, sudahkah mengetahui apa arti ma fii qalbi ghairullah?
Bagi yang baru mendengar ungkapan ini, ada baiknya mengetahui hukum dan keutamaan ma fii qalbi ghairullah. Memang tidak ada ayat al-Qur’an atau sunnah yang menyatakan secara langsung untuk membaca kalimat ini.

Dalam bahasa Arab, ma fi qalbi ghairullah ditulis sebagai مَافِي قَلْبِي غَيْرُ الله (maa fii qolbii ghoirullah). Jika dilihat, kalimat tersebut terdiri atas lima kata yang masing-masing memiliki makna tersendiri.

Apabila ditelisik lebih lanjut, maka kelima kata tersebut memiliki arti

Maa (مَا) berarti ‘tidak’;
Fii (فِي) berarti ‘di dalam’;
Qolbii (قَلْبِي) artinya ‘hati saya’;
Ghairu (غَيْرُ) bermakna ‘kecuali’, ‘selain’, atau ‘melainkan’; dan
Allah (الله) berarti Allah.

Dari susunan kata tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa ma fi qalbi ghairullah artinya “tidak ada di dalam hati saya selain Allah”.

Perlu detikers ketahui pula, ungkapan bahasa Arab yang satu ini sebenarnya bersanding dengan kalimat lain. Jadi, ungkapan lengkapnya adalah hasbi robbi jalallah ma fi qalbi ghairullah yang berarti “Cukuplah Allah yang mencukupkanku, Tuhan Yang Agung, tidak ada di hatiku selain Allah”.

Namun kalimat ini bisa membantu seorang muslim dalam menguatkan iman kepada Allah SWT. Kalimat ini dipakai untuk mengingat Allah SWT agar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang membuat-Nya murka, seperti meninggalkan shalat, berharap kepada selain Allah SWT dan lainnya.

مَافِي قَلْبِي غَيْرُ الله

“Tidak ada di dalam hatiku selain Allah SWT.”

Sesuai dengan arti di atas, seseorang yang mengucapkan kalimat ini berarti mengakui bahwa hati dan keteguhannya hanya diperuntukkan untuk berdzikir dan memohon kepada Allah SWT yang selalu ada di dalam hati.

Membaca ma fii qalbi ghairullah dapat menjadi amalan sendiri yang sangat luar biasa keberkahannya.

Sebagaimana arti ma fii qalbi ghairullah adalah menyatakan bahwa di dalam hatinya hanya ada Allah SWT, pengamalan ini dapat meneguhkan iman dan hati seseorang.

Secara tak langsung tersebut menyatakan bahwa hidupnya selama di dunia hanya bertujuan untuk menyembah Allah SWT. Mengucapkan kalimat ini juga merupakan doa permohonan supaya dihindari dari hal-hal berbau duniawi dari hati, misalnya jabatan, harta, dan dunia seisinya.

Dengan menghadirkan hanya Allah SWT di dalam hati, maka seorang hamba berharap bisa mengingat-Nya setiap saat dan menjauhi larangan-Nya.

By : Novmi

#artikel #mafiiqalbi #mabifoundation #yayasanmufakatindonesia #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *