Orang yang Menghabiskan Dunia dengan Harta dan Jabatan

Dalam sebuah kehidupan di dunia pastinya manusia sebagai makhluk menginginkan kehidupan yang sejahtera dan serba berkecukupan. Manusia berlomba-lomba menjadi siapa yang paling sukses di antara mereka dengan memiliki jabatan yang tinggi, pekerjaan dengan bayaran yang besar, serta mendapat penghormatan dari setiap orang. 

Harta dan jabatan merupakan dua hal yang akrab dalam kehidupan kita sehari-hari, juga saling berhubungan satu sama lain. Harta dapat membuat orang punya jabatan, sebaliknya jabatan kadang-kadang dikejar orang untuk memperoleh harta. Harta dan jabatan dapat mengantarkan seseorang kepada kemuliaan, tetapi dapat pula membuat seseorang menjadi hina. Tergantung bagaimana manusia itu memandang dan menyikapinya. 

Disebabkan harta dan jabatan itu adalah merupakan Amanah dari allah SWT. Maka kita harus bersikap hati-hati terhadapnya. Bila terhadap harta, kita wajib berupaya dan berusaha mencarinya karena harta merupakan kebutuhan kita sebagai bagian dari modal hidup. Di antara orang yang menyesal di hari kiamat kelak adalah mereka-mereka yang menghabiskan kehidupannya ini dengan harta dan mengejar jabatan lalu lupa untuk mempersiapkan kehidupan akhirat, Allah SWT menggambarkanmenggambarkan :

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ * وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ * يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ * مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ * هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ

Artinya : Adapun orang yang diberikan kepadanya kitab catatan amalannnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai, kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku.” (QS. Al-Haqqah: 25-29).

Berapa banyak orang hari ini menghabiskan waktunya untuk mengejar harta dunia. Berapa banyak orang yang melakukan apa saja yang diinginkannya untuk meraih jabatan duniawi dengan cara menipu, dengan cara curang dan seterusnya bahkan kadang rela untuk menumpahkan darah sekadar untuk mendapatkan kedudukan, posisi di dunia ini. Wahai manusia, bermegah-megahan dalam hal harta, keturunan, dan pengikut telah melalaikan kamu dari ketaatan kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir. Kamu tidak akan berhenti bermegah-megahan seperti itu sampai kamu mati dan masuk ke dalam kubur.

‎‎Sungguh rugi orang yang mengira dirinya telah sukses dan dianggap manusia sebagai orang sukses dalam kehidupan di dunia, tapi ternyata ia termasuk orang yang gagal total. Sukses yang sebenarnya, sejati, hakiki dan abadi adalah sukses menurut Allah Swt dalam kitab-Nya, Al-Qur’an. Pemanfaatan penggunaan harta dalam Islam dipandang sebagai kebaikan. Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan baik jasmani maupun ruhani sehingga mampu memaksimalkan fungsi kemanusiaannya sebagai hamba Allâh Azza wa Jalla dalam menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Maka harta dan jabatan hendaklah digunakan  di Jalan Allah, yakni dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab dan sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah menjelaskan keadaan bermegah-megah di antara manusia atau dengan usaha untuk memiliki lebih banyak dari orang lain akan terus berlanjut hingga mereka masuk lubang kubur. Dengan demikian, mereka telah menyia-nyiakan umur untuk hal yang tidak berfaedah, baik dalam hidup di dunia maupun untuk kehidupan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita manusia penghuni terhormat alam akhirat, hidup cukup dan dapat menjadi rahmat bagi orang lain dan lingkungan kita di dunia, serta senantiasa berbuat kebaikan bagi alam dan kehidupan kita sampai akhir hayat kita.

#artikel #harikiamat #harta #jabatan #mengejarakhirat #duniaakhirat #novmi #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara #musahabahdiri #selalubersyukur #tawakal

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *