Perbedaan Syarat wajib dan syarat sah puasa Ramadhan

Di artikel kali ini, saya akan membahas perbedaan syarat wajib dan syarat sah puasa ramadhan. Secara umum pengertian syarat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu segala sesuatu yang perlu atau harus ada (Kaidah)

Tahukah sahabat apa perbedaan syarat wajib dan syarat sah Puasa Ramadhan? Yuk kita bahas sama-sama.

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya,
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Hadis Nabi Muhammad SAW juga menegaskan kewajiban ini, seperti dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
“Islam dibangun di atas lima perkara: … (salah satunya) puasa di bulan Ramadan.”

Berikut beberapa syarat wajib puasa :

  1. Beragama Islam
    Orang Islam melaksanakan puasa Ramadan sebagai kewajiban, sedangkan orang non-Muslim tidak memiliki kewajiban tersebut.
  2. Baligh
    Baligh adalah istilah dalam Islam yang berarti seseorang sudah mencapai usia dewasa. Diwajibkan puasa ketika suda baligh.
  3. Berakal Sehat
    Berakal sehat yaitu mempunyai jiwa yang sehat. Artinya bagi yang mengalami gangguan jiwa tidak wajib untuk puasa.
  4. Mampu
    Dapat melaksanakan puasa ketika kondisi fisik seseorang mampu. Bagi yang tidak mampu dapat mengganti puasa di lain hari atau membayar fidyah.
  5. Bukan Musafir
    Musafir adalah orang yang melakukan atau sedang perjalanan jauh. Bagi yang bukan Musafir wajib berpuasa.

Syarat Sah Puasa Ramadhan

Syarat sah puasa yaitu kaidah yang mencakup sah atau tidaknya puasa seseorang. Meskipun seseorang sudah memenuhi syarat wajib, jika syarat sahnya tidak terpenuhi, maka puasanya tidak sah. Tentunya syarat sah puasa beda dengan syarat wajib puasa ya sahabat, Berikut syarat sah puasa:

  1. Islam, sebagai syarat sah puasa yaitu beragama Islam.
  2. Niat Puasa tidak sah tanpa adanya niat.
  3. Meninggalkan Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Selama berpuasa, seseorang harus menghindari makan, minum, berhubungan suami istri, dan hal lain yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
  4. Suci dari Haid dan Nifas Khusus bagi perempuan, puasa tidak sah jika sedang dalam keadaan haid atau nifas.

Gimana sahabat? sudah tahu perbedaan antara syarat wajib dan syarat sah puasa belum? Sekarang sahat sudah paham kan ya apa apa saja yang menjadi syarat wajin dan syarat sah puasa.

#mufakatalbanna #puasaramadhan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *