Serahkan semua kepada Allah SWT

Tawakal berasal dari kata وكل (wakala) yang berarti menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan urusan kita kepada orang lain. Dalam kaitan ini penyerahan tersebut adalah kepada Allah Swt. Tujuannya, untuk mendapat kemashlahatan dan menghilangkan kemudharatan.

Setiap Muslim diperintahkan untuk selalu bertawakal kepada Allah SWT. Sebab, Dia-lah Yang Maha Kuasa untuk memberi keputusan atas segala keinginan maupun hajat setiap hamba.
Bertawakal atau berpasrah diri kepada Allah harus disertai dengan hati yang ikhlas. Tanamkan dalam diri bahwa setiap rencana yang Allah takdirkan adalah yang terbaik untuk hidup kita. Oleh karena itu, sikap pasrah kepada Allah juga dapat memperkuat iman seseorang.

Namanya manusia pasti tak terlepas dengan cobaan kehidupan. Tapi, pada hakikatnya manusia tidak diuji di luar batas kemampuannya. Ketika seseorang mampu untuk bersabar dan ikhlas dengan keadaan yang ditakdirkan Tuhan, maka hati akan akan terasa lapang.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَسَتَذْكُرُوْنَ مَاۤ اَقُوْلُ لَـكُمْ ۗ وَاُ فَوِّضُ اَمْرِيْۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَصِيْرٌ بِۢا لْعِبَا دِ

“Maka kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepadamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.””
(QS. Ghafir 40: Ayat 44)

Dalam kehidupan sehari-hari kalimat ini sering diucapkan saat seseorang sedang dalam suatu masalah, dilema dalam pilihan, hendak melakukan hal penting atau saat memikirkan nasib hidupnya.

Mengucapkan kalimat wa ufawwidu amri ilallah “Aku menyerahkan urusanku kepada Allah” mendatangkan beberapa manfaat positif bagi manusia.

Ketika Anda sedang dilanda masalah, apapun itu, tanamkan dalam pikiran bahwa ini merupakan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Sehingga Anda harus menghadapinya dengan cara yang telah dianjurkan oleh Allah SWT. Memperbanyak ibadah dapat membantu Anda tetap kuat dan tetap berada di jalan Allah SWT ketika mengatasi masalah yang ada.

Nabi Muhammad S.A.W, setiap malam tatkala Beliau meletakkan tubuhnya, di atas tempat tidurnya sebelum Beliau memejamkan mata, Beliau berdoa dan membaca doa sebelum tidur,

“Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu dan aku hadapkan wajahku kepada-Mu dan aku sandarkan belakangku kepada (Kekuasaan) Mu dengan keinginanku dan ketakutanku kepada-Mu, tiada tempat pergantungan dan tiada tempat untuk menyelamatkan diri daripada-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab-Mu yang Engkau turunkan dan aku beriman dengan Nabi-Mu yang Engkau utuskan.” (Bukhari dan Muslim)

Percayalah kepada Allah ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu inginkan. Allah telah merencanakan sesuatu yang lebih baik untukmu. Jadi menyerahkan segalanya kepada Allah SWT itu bukan kerana terpaksa tetapi memang pilihan kita. Kerana kita tahu dengan keterbatasan kita, semua usaha, semua ikhtiar dan semua sebab yang kita jalani, kita yang melakukannya sendiri tetapi urusannya kita serahkan semuanya kepada Allah SWT.

#tawakal #berserahdiri #artikel #ikhtiar #menjadilebihbaik #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara #novmi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *