10 TIPS MENANGKAL ‘AIN DAN SIHIR

1. Berlindung Kepada Allah Dari Kejahatannya. 

Dalam Surat Al Falaq menegaskan bahwa sihir itu ada dan manusia harus meminta perlindungan hanya kepada Allah SWT bukan kepada hal yang lain. Melalui surat ke-113 ini Allah juga menegaskan bahwa sifat dengki itu akan membawa keburukan sehingga bisa mengarahkan kepada kejahatan.

2. Bertakwa Kepada Allah. 

Takwa pada dasarnya merujuk pada sebuah sikap yang terdiri dari cinta dan takut, yang lebih jelas lagi adalah adanya kesadaran terhadap segala sesuatu atas dirinya dan bahkan merasa hatinya yang paling dalam senantiasa diketahui oleh Allah swt. Sehingga ia senantiasa menjalankan  perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. 

3. Bersabar Atas Musuhnya. 

Pada suatu hari, Rasulullah SAW bersama para sahabat menanti musuh hingga matahari condong. Kemudian, beliau berdiri, seraya bersabda, “Wahai saudara-saudara, janganlah mengharap-harap bertemu dengan musuh, mohonlah kesejahteraan kepada Allah. Tetapi, kalau kalian bertemu dengan musuh, sabarlah (berhati teguh). Ketahuilah, sesungguhnya surga itu terletak di bawah bayangan pedang.” Kemudian beliau bermunajat, “Ya Allah, Tuhan yang menurunkan Kitab, yang menjalankan awan dan mencerai-beraikan pasukan musuh, ceraikanlah mereka dan tolonglah kami melawan mereka.” (HR Bukhari).

Dari hadis di atas, Rasulullah SAW memberi pesan berharga kepada kita agar mengutamakan dan memohon kesejahteraan hidup kepada Allah. Segala bentuk kebencian dan permusuhan di antara manusia lazimnya dihindari. Lebih-lebih, permusuhan dan pertikaian yang terjadi di internal umat Islam itu sendiri.

Di sisi lain, hadis di atas juga menyampaikan taujih sekaligus peringatan bagi setiap Mukmin bahwa kejahatan dan penderitaan yang ditimbulkan pihak musuh sejatinya adalah bentuk ujian (musibah) dari Allah. Oleh sebab itu, kita diperintahkan untuk bersabar dan berteguh hati dalam menghadapi apa pun tekanan dan ancaman pihak musuh.

4. Bertawakkal Kepada Allah. 

Tawakkal berarti penyerahan diri secara total semua urusan hanya kepada Allah SWT. Tawakkal adalah realisasi keyakinan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَا بْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.”

(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 35)

5. Mengosongkan Hati Dengan Tidak Memikirkannya. 

Hendaknya seseorang berusaha melupakan­nya setiap kali fikiran tersebut muncul di be­naknya. Jangan sampai ia menggubris dan men­cemaskannya, apalagi sampai menyibukkan ha­ti dengan memikirkan hal itu – yakni kejahatan orang yang hasad, bahaya sihir dan sihir ‘ain.

Ini merupakan obat paling mujarab dan cara paling ampuh yang dapat menolong se­seorang untuk menolak bahaya-bahaya ter­sebut. Ibarat orang yang dikejar-kejar musuh untuk ditangkap dan disiksa, namun tiba-tiba musuh tersebut diam tidak mengapa-apakannya, keduanya pun tak saling bersentuhan, bah­kan musuh itu pun menyingkir dan tak kuasa mengganggunya.

Ia sadar bahwa pertolongan Allah atasnya le­bih kuat, mantap, langgeng dan bermanfaat da­ri pada pertolongannya sendiri atau orang lain. 

6. Bertaqarrub Dan Mengikhlaskan Diri Untuk Allah. 

Yaitu dengan menjadikan rasa mahabbatullah (cinta kepada Allah), berharap akan ridha-Nya dan inabah (kembali kepada-Nya) senantiasa mengisi hatinya dan menjadi cita-cita yang ber­jalan bersama hatinya sedikit demi sedikit se­hingga dapat mengalahkan pengaruh buruk orang yang hasad kepadanya dan mengikisnya per­lahan-lahan hingga hilang sama sekali.

Dengan demikian yang tinggal di hatinya hanyalah cita-citanya mendapatkan kecintaan Allah, bertaqarrub kepada-Nya, mencari ridha-Nya, mendapat belas kasih-Nya dan selalu ingat ke­pada-Nya seperti seseorang yang selalu ingat akan kekasihnya yang senantiasa berbuat baik kepadanya. Hatinya dipenuhi kerinduan ke­padanya sehingga tak sekejap pun ia dapat me­lupakannya dan tak akan kosong hatinya dari kecintaannya tersebut. 

7. Memurnikan Taubat Untuk Allah. 

Tidaklah seorang hamba dapat dikuasai oleh musuhnya kecuali karena dosa yang di­perbuatnya, baik yang dia ketahui maupun yang tidak diketahuinya. Sedangkan dosa-dosa yang tak diketahuinya jauh lebih banyak-dari pada yang ia ketahui. Dosa-dosa yang telah dilupa­kannya pun jauh lebih banyak dari pada dosa-dosa yang masih dia ingat.

Yaitu dengan mengkhususkan taubat kepa­da Allah atas dosa-dosa yang menyebabkan mu­suh mampu menguasainya. Tidak setiap orang beruntung mendapatkan taufik untuk bertaubat, dan tidak setiap orang mengenal taubat itu kemudian tergerak hatinya untuk melaksanakannya. Tidak ada pengeta­huan, kehendak dan kemampuan hamba dan tiadalah daya dan upaya melainkan dari Allah.

8. Bersedekah Dan Berbuat Kebajikan Semampunya. 

Sedekah dan kebajikan memiliki kemam­puan yang luar biasa untuk menolak bala, men­cegah sihir ‘ain dan melenyapkan sifat hasad. Cukuplah apa yang dialami oleh umat-umat baik yang terdahulu maupun sekarang menjadi bukti akan hal ini

Secara umum, mensyukuri nikmat Allah me­rupakan cara terbaik untuk menjaganya dari se­bab-sebab yang dapat menghilangkannya.

Di antara sebab yang paling dominan dalam hal ini ialah hasad dan sihir ‘ain. Hal itu dise­babkan karena orang yang hasad hatinya tidak akan puas dan lega hingga ia melihat kenik­matan itu lenyap dari orang yang didengkinya. 

9. Memadamkan Kedengkian Permusuhan Dan Gangguan Orang Dengan Berbuat Baik Kepadanya. 

Ini merupakan cara yang paling berat bagi hawa nafsu, tak ada yang sanggup melaksana­kannya kecuali orang yang mendapat keberun­tungan yang besar dari Allah; yaitu memadam­kan kedengkian permusuhan dan gangguan orang lain dengan berbuat baik kepadanya. Setiap kali gangguan keburukan permusuhan dan kedengkian itu bertambah, bertambah pula kebaikannya kepada musuhnya. Ia justru semakin iba dan kasihan kepada musuhnya… hatinya pun tergerak untuk menasehatinya.

Firman Allah berikut:

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ. وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ. وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ 

فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

“Dan tidaklah, sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah ia menjadi teman yang se­tia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan me­lainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar. Dan jika syaithan mengganggumu dengan suatu gangguan maka mohonlah perlindungan kepada Allah, se­sungguhnya Ia Maha Mendengar lagi Maha Me­ngetahui.” (QS. Fushshilat: 34-36).

10. Memurnikan Tauhid Untuk Allah. 

Tatkala seorang hamba berhasil memurni­kan tauhid untuk Allah maka hatinya akan terbebas dari rasa takut kepada selain-Nya. Mu­suhnya pun menjadi tak seberapa menakutkan baginya dibanding rasa takutnya kepada Allah, bahkan hanya Allah lah yang ditakutinya. Maka Allah pun mengamankannya dari musuhnya hingga lenyaplah segala uneg-uneg dan fikiran yang menghantuinya.

Rasa takutnya, cintanya, tawakkalnya, inabah-nya dan perbuatannya hanya ia peruntukkan bagi Allah saja.

Ia sadar bahwa sibuk memikirkan keadaan musuh dan takut kepadanya merupakan sesua­tu yang dapat menodai kemurnian tauhidnya, karena seandainya ia benar-benar memurnikan tauhidnya maka cukuplah hal itu menyibukkan dirinya dari hal lain. Kelak Allah lah yang akan bertugas menjaga dan membelanya karena Allah akan senantiasa menjadi pembela orang-orang yang beriman.

Sebagai orang yang beriman, tentu hanya kepada Allah SWT saja kita meminta pertolongan, termasuk perlindungan dari berbagai ancaman. Oleh karena itu ketika sedang merasa terancam atau merasa tidak aman, penting bagi kita untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan membaca doa mohon perlindungan dari kejahatan semua makhluk.

Itulah sumber dari alquran-sunnah.com 10 tips menangkal Ain dan Sihir. Semoga bermanfaat… 

Sebab, ancaman bisa datang dari mana saja. Bahkan perbuatan jahat tidak hanya bisa dilakukan oleh makhluk dari golongan manusia. 

Perbuatan jahat juga bisa dilakukan oleh makhluk dari golongan jin. Oleh karena itulah kita wajib tahun sejumlah bacaan doa mohon perlindungan dari kejahatan semua makhluk. Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Aamiin 🤲

#artikel #ain #sihir #dengki #tips #manfaat #bacaquraan #manusia #alquransunah #novmi #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *