Kehilangan Orang Tua

Kehilangan orang tua memang merupakan sebuah mimpi buruk yang kita enggan rasanya untuk dihampiri. Kepergian orang tua juga membuat hidup seolah berhenti. Perasaan hampa setelah ditinggal orang tua pasti akan tetap terasa. Sedih, marah, dan kecewa menjadi satu ketika dihadapi dengan situasi seperti itu.

Namun, apakah kita boleh marah atas kehendak Tuhan? Kita tahu bahwa manusia tidak ada yang abadi untuk hidup di bumi. Lantas, kepergian orang tua sebenarnya menjadi salah satu hal yang pasti akan terjadi meskipun kita tidak pernah siap untuk menerimanya.

Kehilangan orang tua tercinta menjadi momen paling berat bagi setiap orang. Kehilangan orang yang paling dicintai terkadang membuat seseorang putus asa dalam hidup. Untuk bisa melalui hari-hari tanpa kehadiran ayah dan ibu, bukan perkara mudah.

Ketakutan terbesar sejak kecil adalah kehilangan orang tua untuk selama-lamanya. Kita tak sanggup membayangkan hidup tanpa mereka, bahwa suatu saat nanti ayah ibu tak lagi berada di sisi kita. 

Kesedihan pastinya dirasakan seseorang ketika sudah ditinggal orang tua selamanya. Apalagi jika melihat orang di sekitarnya masih mempunyai ayah dan ibu, yang senantiasa menjaga. Ada kesedihan yang hadir saat mengingat sosok ayah dan ibu. 

Kehilangan orangtua tidak bisa disembuhkan dengan cepat, perlu waktu yang lama untuk belajar menghadapi kesedihan tersebut. Jangan memaksakan diri untuk menjadi tegar dan menetapkan batasan waktu untuk melupakan kehilangan yang terjadi. 

“Jangan pernah mengabaikan keadaan ayah dan ibumu ketika mereka masih ada karena ketika mereka sudah tidak ada, kamu akan merasakan sepinya hari-harimu tanpa mereka”.

Tidak ada orang yang siap dalam menghadapi perpisahan, apalagi jika ditinggalkan orang terkasih yang paling kamu sayangi. Ditinggal orang tua menjadi salah satu perpisahan yang paling menyakitkan, sebab tidak ada lagi senyum dari mereka yang dapat kita lihat maupun petuah dari mereka yang bisa kita dengar kembali.

Kehilangan orang tua memang menjadi momen buruk yang paling menyakitkan bagi seorang anak. Sedewasa apapun umur seorang anak, kita akan tetap butuh dan menyayangi orang tua. Maka, jika dihadapkan dengan kabar buruk berupa kematian dari orang tua, tidak ada yang bisa seorang anak lakukan kecuali berusaha untuk tabah dan belajar ikhlas.

Barulah ketika kita beranjak dewasa kita memahami kematian sebagai sesuatu yang pasti, dan kita harus siap menghadapinya kapan pun itu terjadi pada orang-orang tersayang. Meskipun dunia yang dijalani tidak lagi sama, kamu harus tetap bangkit dan terus menjalani hidupmu. Walau rasanya berat, lama-kelamaan kamu akan terbiasa menjalaninya tanpa adanya figur dari sosok orang tua. Dengan begitu niscaya kamu akan menjadi pribadi yang lebih kuat lagi.

#artikel #kehilangan #orangtua #meninggalkan #orangtercinta #ibu #cinta #kepergianorangtua #keluarga #ayah #yatimpiatu #mabifoundation #novmi #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *