Misi Memburu Malam Lailatul Qadar

Puasa Ramadhan tidak terasa sudah memasuki pertengahan. Perjalanan untuk menuntaskan ibadah puasa masih sekitar lima belas hari lagi. Semangat kita dalam menuntaskan ibadah puasa sampai harus finish yah #Sahabatmabi jangan sampai kendor. Apalagi di malam sepuluh terakhir kita akan berburu malam Lailatul Qodar.

Malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh berkah dan kemuliaan. Terdapat banyak keistimewaan dan keutamaan saat malam lailatul qadar. Disebutkan jika lailatul qadar lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan. Salah satu keutamaan pada malam lailatul qadar yaitu malam dimana para malaikat turun ke bumi. Di jelaskan dalam surat Al Qadr ayat keempat bahwa pada malam lailatul qadar tersebut malaikat Jibril dan para malaikat dengan izin Allah turun ke bumi untuk mengatur berbagai urusan.

Begitu istimewanya malam lailatul qadar membuat umat muslim berlomba-lomba untuk meraih malam lailatul qadar. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, malam lailatul qadar jatuh pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan. Yang diantaranya berada pada tanggal-tanggal berikut ini.

Malam Ganjil di 10 Hari
Terahkir Bulan Ramadhan :

Malam ke 21 Ramadhan, bertepatan dengan tanggal 12 April
Malam ke 23 Ramadhan, bertepatan dengan tanggal 14 April
Malam ke 25 Ramadhan, bertepatan dengan tanggal 16 April
Malam ke 27 Ramadhan, bertepatan dengan tanggal 18 April
Malam ke 29 Ramadhan, bertepatan dengan tanggal 20 April

Dalam hadits lain Rasulullah juga bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاءُ

Artinya, “Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.” (HR Ath-Thayalisi dan Al Baihaqi)

Hanya saja, prediksi berdasarkan gejala alam tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk bisa meraih malam Lailatul Qadar. Ibnu Hajar al-‘Atsqalani sendiri menegaskan bahwa ciri-ciri gejala alam tersebut akan tampak setelah malam Lailatul Qadar-nya, bukan sebelum atau saat sedang terjadi sehingga kita bisa mempersiapkan diri sebelum tepat kedatangannya. (Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Fatḥul Bārī: juz IV, h. 260).

Pada akhirnya kita berkesimpulan bahwa malam Lailatul Qadar tidak bisa diprediksi kapan tepatnya. Kita hanya bisa berusaha dan berikhtiar dengan memperbanyak ibadah selama satu bulan Ramadhan dengan harapan bisa meraih malam istimewa ini.

By : Novmi

#artikel #malamseribubulan #lailatulqadar #berburumalamlailatulqadar #sahabatmabi #yayasanmufakat #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *