POLUSI UDARA DI JAKARTA KIAN MEMBURUK

Kondisi udara Jakarta yang memburuk akhir-akhir ini telah menjadi perbincangan di media sosial. Bahkan DKI Jakarta saat ini dinobatkan menjadi kota yang memiliki kualitas udara terburuk di dunia melansir dari laman IQAir. Dan menghiasi pemberitaan media massa akhir-akhir ini. 

Polusi udara adalah kontaminasi udara oleh zat apa pun yang berbahaya bagi manusia dan organisme hidup lainnya. Ini dapat menyebabkan atau berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan. Mulai dari yang ringan, hingga yang parah dan berbahaya. Kondisi udara yang tak sehat tersebut tentu berdampak pada kesehatan masyarakat, tak terkecuali anak-anak. 

Diketahui bahwa yang menjadi sumber polutan utama terjadinya pencemaran udara di Jakarta, disebabkan oleh Industri dan asap kendaraan bermotor.

Pada pukul 06.32 WIB, nilai indeks kualitas udara di Ibu Kota tercatat 163 dengan polutan utama PM 2.5. Konsentrasi polutan tersebut 15,6 kali nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO). Sementara itu, cuaca di Jakarta pagi ini berkabut dengan suhu 23 derajat celsius, kelembapan 94 persen, gerak angin 9,3 km/h, dan tekanan sebesar 1010 milibar.

Hal ini juga mengingatkan #Sahabatmabi untuk mengenakan masker, menghidupkan penyaring udara, menutup jendela, dan hindari aktivitas outdoor agar terhindar dari udara luar yang kotor. Adapun angka indeks kualitas udara Jakarta pagi ini lebih buruk dibandingkan Senin (21/8/2023). Pada Senin pagi, kualitas udara Jakarta tercatat di posisi terburuk keenam di dunia, dengan indeks kualitas udara 158, masuk kategori tidak sehat. 

Ada banyak kandungan yang dapat mencemari kualitas udara, seperti logam berat, karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), ozon (O3), senyawa organik volatil (VOC), dan sulfur dioksida (SO2). Sedangkan di Jakarta yang jadi salah satu kota terpadat di Indonesia tentu penyumbang polusi udara salah satunya ialah asap kendaraan bermotor.

Kendaraan bermotor menghasilkan gas karbon monoksida. Hal itu bisa dilihat dari data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) Provinsi DKI Jakarta terbaru, jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta berada di angka lebih dari 26 juta kendaraan. Meliputi mobil penumpang, bus, truk, serta sepeda motor.

Adapun gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat pencemaran udara yaitu infeksi pernapasan, mual, muntah, pusing, depresi, penyakit jantung hingga dapat memicu terjadinya penyakit kanker, #Sahabat mabi jangan lupa untuk selalu konsultasikan kesehatan dengan dokter apabila Anda merasa kurang sehat. 

#artikel #polusiudara #mabifoundation #dkijakarta #cilincing #kalibaru #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *