Telur Dapat Mencegah Stunting

Stunting hingga kini masih menjadi masalah serius di Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak proporsional dengan usia anak pada umumnya. Secara umum, kondisi stunting terjadi akibat kekurangan nutrisi yang cukup dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama nutrisi makro seperti protein, karbohidrat, dan lemak, serta mikro seperti vitamin dan mineral.

Stunting atau sering disebut kerdil atau pendek adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (Balita) akibat kekurangan gizi kronis dan dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu janin hingga usia 23 bulan. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya (Stranas Percepatan Pencegahan Stunting Periode 2018-2024).

Salah satu cara untuk mencegah stunting adalah memberikan anak makan telur. Telur direkomendasikan karena sumber protein hewani yang mengandung asam amino esensial lengkap. Berikut manfaat konsumsi telur untuk mencegah stunting;

1. Sumber Protein Tinggi : Adalah sumber protein yang baik dan mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan

2. Sumber Vitamin D : Merupakan sumber alami Vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pertumbuhan tulang yang tidak optimal dan berisiko pada stunting.

3. Sumber Vitamin B : Telur mengandung vitamin B kompleks, termasuk vitamin B12, folat, dan riboflavin, yang semuanya penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan vitamin B dapat memengaruhi kesehatan sel darah merah, sistem saraf, dan metabolisme, yang semuanya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

4. Sumber Mineral : Telur juga mengandung mineral penting seperti zat besi, seng, dan fosfor, yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang, otot, dan organ tubuh.

5. Sumber Lemak Sehat : Telur mengandung lemak sehat seperti asam lemak omega-3, yang penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf. Kekurangan asam lemak omega-3 dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan berisiko pada stunting.

Dari berbagai kandungan gizi dalam telur, protein sendiri mempunyai peran untuk meningkatkan berat badan janin, sehingga mengurangi risiko melahirkan bayi gizi kurang yang berdampak ke stunting. Pada masa pertumbuhan anak, protein dalam telur berfungsi sebagai zat pembangun, sebagai pembentuk jaringan dalam tubuh. Jadi, ketika anak sudah memasuki usia 6 bulan ke atas, telur bisa dijadikan bahan dalam membuat makanan pendamping ASI (MP-ASI). 

Setelah mengetahui manfaat konsumsi telur untuk cegah anak stunting, terdapat beberapa cara lain yang penting dilakukan guna mencegah kondisi stunting pada anak. Dalam hal ini, setiap orang tua harus memperhatikan beberapa hal seperti pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, pemberian suplemen nutrisi, hingga kebersihan dan sanitasi.

Konsumsi telur untuk mencegah stunting harus menyesuaikan usia dan kebutuhan protein harian anak yang akan meningkat seiring waktu. Kombinasi nutrisi yang terkandung dalam telur efektif dapat menjadikan makanan yang sangat berguna untuk mencegah stunting pada Balita. 

Semoga informasi ini membantu para ibu mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak.

#artikel #kesehatan #tumbuhkembanganak #telur #stunting #paraibu #novmi #mabifoundation #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *