Wanita Yang Haram Dinikahi

Dalam Islam, tidak semua wanita diperbolehkan untuk dinikahi (al-muharramat). Sebab, ada syariat yang membatasinya akibat hubungan darah atau kondisi tertentu. Tidak semua perempuan bisa dipersunting untuk dijadikan istri, sebab ternyata ada juga wanita yang haram dinikahi dalam Islam. Hal ini harus diketahui oleh para laki-laki sebelum memantapkan niat untuk menikah. Ini dilakukan sebagai bagian dari kehati-hatian sebelum memilih pasangan hidup.

Siapa saja laki-laki atau perempuan yang tidak boleh dinikahi dalam Islam? Berikut ini pembagian Mahram dalam Islam yang dilansir dari buku Hukum dan Etika Pernikahan dalam Islam karya Ali Manshur.

Pembagian Mahram dalam Islam

1. Mahram Muabbad

Mahram muabbad adalah orang yang haram dinikahi untuk selamanya. Adapun yang termasuk dalam mahram muabbad terbagi menjadi tiga sebab:

– Haram dinikahi karena hubungan kekerabatan (nasab). 

– Haram dinikahi karena hubungan pernikahan.

– Haram dinikahi karena hubungan persusuan. 

2. Mahram Muaqqat

Mahram muaqqat adalah orang yang haram dinikahi untuk sementara karena sebab tertentu. Apabila sebabnya hilang, maka hilang pula keharamannya. Adapun yang termasuk dalam mahram muaqqat, yaitu:

· Istri yang ditalak tiga (talak ba’in). Apabila dia telah dinikahi oleh laki-laki lain dan keduanya telah merasakan nikmatnya berhubungan dengan pasangannya, lalu keduanya bercerai, maka mantan suaminya boleh menikahinya lagi.

· Wanita yang masih memiliki ikatan pernikahan, yaitu wanita yang masih bersuami, wanita yang masih dalam masa iddah, wanita yang sedang hamil, dan wanita yang berzina.

· Memadu dua orang wanita yang bersaudara, kecuali telah bercerai dengan salah satu darinya. Apabila istrinya meninggal dunia, maka seorang laki-laki yang menjadi suami boleh menikah dengan saudara wanita dari almarhum istrinya.

· Memadu bibinya istri, baik dari nasab ayahnya maupun ibunya. Larangan ini berlaku sementara karena jika dia telah bercerai dengan istrinya atau istrinya telah meninggal dunia, lalu dia menikah dengan bibi istrinya agar hubungan kekerabatan terjaga, maka hal tersebut diperbolehkan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَ خَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاَ خِ وَبَنٰتُ الْاُ خْتِ وَاُ مَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْۤ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَ خَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَا عَةِ وَ اُمَّهٰتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَآئِبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَآئِكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ ۖ فَاِ نْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَا حَ عَلَيْكُمْ ۖ وَحَلَآئِلُ اَبْنَآئِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَا بِكُمْ ۙ وَاَ نْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُ خْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا 

“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 23)

Keharaman untuk selama-lamanya ini disebabkan karena adanya hubungan darah atau kekerabatan antara wanita dan laki-laki yang akan menikahinya. Sementara itu, keharaman yang bersifat sementara atau temporal terjadi akibat hal tertentu, seperti dijatuhkan talak atau dalam masa ‘iddah. Syariat yang suci ini datang dengan membawa sesuatu yang di dalamnya terkandung kebaikan dan kemaslahatan, memerangi segala sesuatu yang di dalamnya terkandung kerusakan dan mudharat. Di antaranya, ia menyuruh kepada cinta dan kasih sayang, melarang pemutusan hubungan, permusuhan dan kebencian. 

#artikel #mabifoundation #wanitayangharamdinikahi #novmi #menikah #lakilaki #wanita #hukumislam  #kalibaru #cilincing #jakartautara

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *